ARTIKEL


DIGITAL TRACING DALAM
INDUSTRI TEKSTIL PRINTING


Abstrak

Dalam Industri Tekstil khususnya Industri  Tekstil Printing, kita sering mendengar istilah TRACER atau TRACING dan istilah ini sangat erat hubungannya dengan proses pencetakan atau printing dalam industri tekstil. Proses ini termasuk kedalam metode percetakan screen printing.
Proses tracing ini sangat penting karena merupakan salah satu mata rantai dari proses pencetakan pada media kain, khususnya dalam industri printing tekstil yang menggunakan mesin printing rotary atau flatbed.
Mengingat pentingnya proses tracing maka di perlukan sumber daya manusia yang menguasai proses ini dengan baik yang di dukung sarana yang memadai. Proses tracing ini berkembang terus mengikuti kemajuan teknologi, sebelum era komputerisasi  proses ini dilakukan dengan cara manual.
Dewasa ini hampir seluruh perusahaan di dunia, menggunakan komputer sebagai sarana untuk menunjang kinerja perusahaan. Begitu pula dalam industri tekstil untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bekerja setiap divisinya sudah di perlengkapi komputer. Dan proses tracing dengan menggunakan sarana komputer inilah yang di sebut DIGITAL TRACING,  yang secara khusus proses ini akan menjadi pokok bahasan kita.

1.     Tracing
Sebelum masuk dalam pokok bahasan kita yaitu Digital Tracing dalam Industri Tekstil Printing, alangkah baiknya jika kita mengenal arti tracing dan kapan istilah ini menjadi bagian dari proses printing dalam industri tekstil.
Tracing adalah istilah dalam Bahasa Inggris (trace) ,dalam Bahasa Indonesia berarti menjiplak,menelusuri, meng-copy.  Istilah ini juga  dapat kita temukan dalam bidang sablon, design grafis, photo editing, animasi 2D atau cartoon dan lain-lain. Untuk mengetahui kapan istilah ini menjadi bagian dalam teknik cetak ke atas media kain, maka saya akan mengulas sedikit sejarah teknik cetak sablon (screen printing).
Teknik sablon (screen printing) pertama kali di perkenalkan 1.050 tahun yang lalu atau sekitar tahun 963 di Cina pada masa pemerintahan Dinasti Song, menggunakan proses cetak  ini untuk mencetak uang. Pada tahun 1960 di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya mengembangkan teknik ini untuk mencetak gambar ke berbagai media diantaranya kertas, kayu, kain , T-shirt dan media lainnya. Pertanyaanya, lalu apa hubungannya proses tracing dan teknik sablon?
Teknik sablon adalah teknik cetak dengan mendorong tinta atau cat melalui screen, screen adalah kerangka kayu atau logam dengan kain berjala atau memiliki mesh yang terbuat dari sutra, nylon, polyester atau bahan lain membentang  dan menutup ketat di atasnya. Dalam teknik sablon inilah proses tracing ini diperlukan sebagai salah satu proses persiapan screen printing atau sablon.
Sebelum era komputerisasi masuk dalam industri tekstil , tentunya proses ini dilakukan secara manual dan membutuhkan seorang yang memiliki kemampuan khusus untuk menggambar ulang atau menelusuri sebuah gambar sekaligus mengerjakan proses pemisahan warna di atas media transparan dengan gambar original (asli) di bawahnya. Proses ini di kerjakan oleh seorang tacer. Lebih jauh mengenai manual tracing akan kita bahas nanti.
Pada era 20 ini seiring perkembangan zaman dimana teknologi pun semakin canggih, untuk mencapai efektifitas dan effisiensi dalam seluruh sektor industri termasuk industri tekstil  sudah menggunakan komputer sebagai sarana dalam bekerja. Ketika komputer masuk dalam industri tekstil ini regenerasi dalam setiap proses pun terjadi begitu pula dengan manual tracing menjadi digital tracing.

1.1   Manual Tracing dalam Industri Tekstil Printing
Sebagai salah satu dari proses pra produksi, tracing merupakan proses yang harus dilakukan agar proses pencetakan dapat di jalankan. pada prosesnya kapan hal ini di kerjakan? Untuk mengetahui kapan proses ini di jalankan mari kita simak sedikit mengenai skema dari proses printing di dalam industri tektil.(gb.1)





GB.1
Skema proses dalam industry textile printing
Dari skema di atas dapat kita lihat beberapa divisi membentuk mata rantai
sehingga terjadi proses pencetakan dan dalam skema ini designer dan tracer ada dalam satu divisi.

Proses dari skema ini di awali oleh customer yang membutuhkan jasa printing dengan membawa membawa konsep kepada marketing, customer menyampaikan keinginan agar dapat di aplikasikan menjadi sebuah produk. Marketing meneruskan konsep ini kepada divisi design dan tracing .Konsep yang di terima oleh designer & tracer akan di analisa, kemudian proses pun berlanjut sampai pada proses printing.
        Dari divisi design & tracing inilah proses manual tracing ini dikerjakan. Seperti kita ketahui bersama pada bahasan sebelumnya tracing dilakukan dengan meletakkan gambar asli dibawah media transparan seperti kertas kalkir, lembaran acetate, mika susu/kodaktris, boleh kertas doorslag, astralon. Kemudian dengan menggunakan tinta cina, rapido, atau tinta afdek yang pekat proses menjiplak atau menelusuri gambar pun di kerjakan. Proses pemecahan warna menjadi bagian yang utama dalam proses tracing ini.(Gb.2)



 GB.2
Proses tracing dengan pemecahan warna

Waktu yang di butuhkan dalam mengerjakan proses tracing dengan pemecahan warna ini relatif, maksudnya tergantung dari tingkat kerumitan dari sebuah design, semakin rumit design semakin banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses ini. Seorang tracer dengan jam terbang yang cukup lama dengan tingkat ketelitian dan ketekunan yang tinggi bisa mempercepat proses tracing ini.

1.2  Digital Tracing dalam Industri Tekstil Printing
Proses digital tracing tidak berbeda jauh dengan manual tracing. Dengan memberikan sarana komputer pada divisi design & tracing sebuah perusahaan Tekstil Printing berusaha meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam memproses sebuah konsep atau design dari customer-nya.

Perbedaan yang signifikan antara manual tracing dan digital tracing sangat terasa. Berikut ini perbandingan manual tracing dan digital tracing dalam efisiensi dan efektivitas proses tracing :

No
EFISIENSI & EFEKTIVITAS
MANUAL TRACING
DIGITAL TRACING
1
Waktu Pengerjaan
Lama
Cepat
2
Human Error
Sering terjadi
Diminimalisir
3
Pengarsipan
Tidak tahan lama
Tahan Lama





Karena begitu jauh perbedaan dalam efisiensi dan efektivitas ini, proses tracing dengan cara manual sudah banyak di tinggalkan dan beralih dengan menggunakan komputer atau digital tracing.

2.     Digital Tracing
Pada uraian diatas yaitu Digital Tracing dalam industri tekstil adalah proses tracing sebuah design dengan  menggunakan komputer. Proses pemisahan warna pun dapat dengan mudah dilakukan.
Seperti dalam proses tracing manual yang membutuhkan alat dan bahan dalam proses pengerjaannya, begitu pula dalam digital tracing ada beberapa hal yang perlu di siapkan, yaitu :

2.1  KOMPUTER dan Perlengkapannya (Hardware dan Software)
a.      CPU ( Central Processing Unit )
Spesifikasi komputer yang tepat menjadi faktor penentu dalam proses digital tracing ini. Dewasa ini banyak perusahaan penyedia komputer menawarkan komputer dengan spesifikasi yang di sesuaikan dengan kebutuhan suatu industri.
Spesifikasi yang tepat juga menentukan kinerja sebuah komputer, spesifikasi komputer ini meliputi :

SPESIFIKASI UMUM KOMPUTER TRACING
Procesor
Semakin tinggi processor semakin baik kinerja sebuah komputer
Memory
Semakin besar memory semakin cepat proses pengolahan data
Hardisk
Semakin besar kapasitas hardisk semakin baik proses simpan data
VGA
Semakin tinggi spesifikasi VGA semakin baik proses pengolahan gambar


b.      Monitor
Memiliki fungsi untuk menampilkan image atau gambar atau melihat bagaimana sebuah aplikasi dapat di jalankan.
c.       Keyboard dan Mouse
Alat ini berfungsi untuk melakukan sebuah perintah yang harus dijalankan
d.      Scanner
Scanner merupakan peripheral komputer yang berguna untuk memindai (men-scan) gambar.  Gambar yang telah di pindai akan tampil pada layar monitor .
e.      Digitizer
Digitizer penting sekali di miliki oleh seorang tracer dan designer karena akan sangat membantu dalam proses design dan tracing. Memiliki tingkat sensitivitas dan keakuratan yang tinggi dalam proses menelusuri atau membuat gambar.
f.        Printer
Dalam proses design alat ini berfungsi untuk mencetak hasil design dengan menggunakan komputer yang dalam istilah tekstil sering di sebut Print-out.

2.2  Perangkat Lunak atau Software.
Proses tracing digital atau komputer tracing dapat dijalankan oleh sebuah aplikasi atau software. Perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangangan atau penyediaan software menyediakan kemudahan dengan mengeluarkan aplikasi penyunting gambar atau grafis berbasis vektor maupun bitmap.
Banyak pilihan untuk software yang di tawarkan oleh perusahaan pembuat software dari yang sifatnya instan sampai software khusus untuk tekstil.


No
Software Khusus Tekstil
Software Instan
1
DB Artis
Adobe Photoshop
2
CAD
Adobe Illustrator
3
ANSERIES
Coreldraw
4

Gimp
5

Inkscape



2.2.1        Software Khusus Tekstil
DB Artis, CAD dan Anseries, Sangat disarankan jika perusahan textile printing menggunakan software ini.
Proses membuat design dan tracing dapat dijalankan dengan mudah, menu yang tersedia sudah di persiapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan designer dan tracer unutk  proses digital tracing dalam industri tekstil printing.

2.2.2        Software Instan untuk Tekstil
Adobe Photoshop, Illustrator, Coreldraw dan yang lainnya saya kategorikan sebagai software instan. Maksudnya software ini tidak di buat khusus untuk di gunakan di perusahaan tekstil meskipun proses design dan tracing dapat dijalankan juga dengan menggunakan software ini.